ajian tameng waja

Ajian Tameng Waja

Ajian tameng waja adalah ajian yang menyempurnakan kekebalan seseorang. Banyak yang mengatakan bahwa ajian ini setara dengan ajian lembu sekilan dimana pengamalnya tidak akan mampu untuk dilukai dengan pukulan dan senjata tajam apapun. Hal ini sesuai dengan namanya yaitu tameng yang berarti pelindung. Sehingga, ajian ini dianggap mampu melindungi pengamalnya.

Bagi yang ingin mengamalkan ajian tameng waja, maka haruslah orang yang benar-benar memiliki niat yang tinggi. Jika hanya sekedar coba-coba maka ia tidak mampu laku tirakat yang tidak biasa. Berikut langkah-langkah laku tirakatnya:

  1. Menjalani puasa selama 40 hari secara berturut-turut (puasa ini wajib dilakukan selama 3 kali bulan Muharrom – 3 tahun berturut-turut)
  2. Selama menjalani puasa, setiap malam harus melakukan sholat tahajud guna membersihkan niat dan mengingat Tuhan Sang Pencipta yang telah menganugerahkan karunia berupa ilmu
  3. Bacalah istighfar sebanyak 1000 kali setelah sehabis sholat wajib dan dilanjutkan dengan doa tameng waja sebanyak 7 kali.

Doa tameng waja:

“Bismillahirrohmanirrohiim, Niat Ingsun amatek Aji Tameng Waja Klambiku Wesi Kuning, Sekilan Segemblok Kandhele Ototku Kawat Balungku Wesi Kulitku Tembaga, Dagingku Waja Kep-Karekep Barukut, Kinemulan Waja inten Mekangkang Sacengkal, Sakilan, Sadempu Sakehing braja datan nedasi Mimis bedhil nglumpruk kadi kapuk Tan tumowo ing badanku Saka kersaning Allah,… Ya Qowiyyu, Ya Matiin” (3x)