lulang kebo landoh

Lulang Kebo Landoh

Lulang kebo landoh adalah azimat berupa kulit kerbau dimana kerbau tersebut merupakan piaraan Syeh Jangkung. Syeh Jangkung, spiritualis asal Pati Jawa Tengah yang telah berjasa karena mampu membasmi agul-agul siluman alas roban mendapat hadiah dari Raja Mataram yaitu diperbolehkan untuk mempersunting kakak perempuannya, Retno Jinoli.

Setelah resmi menikah, Syeh Jangkung kemudian mempunyai seorang putra dan diberi nama Momok. Untuk menopang kehidupannya, Momok bercocok tanam dengan bantuan seekor kerbau. Meski usianya telah tua, kerbau tersebut masih mampu membajak sawah dengan baik. Pada suatu ketika, kerbau tersebut tersungkur dan tak mampu berdiri. Oleh Syeh Jangkung, kerbau tersebut diobati sehingga sehat dan bugar kembali.

Hingga pada saat usia Syeh Jangkung telah uzur dan akhirnya meninggal dunia, kerbau tersebut masih sehat. Tapi, oleh sang putra, Momok meminta agar kerbau tersebut disembelih saja untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada para pelayat. Kerbau tersebut tidak bisa disembelih dan selalu berdiri kembali setelah dirobohkan. Dengan senjata branjung milik Momok, akhirnya kerbau tersebut mampu untuk dirobohkan.

Daging kerbau tersebut dibagi-bagikan kepada pelayat. Namun, oleh orang yang mempercayainya kulit kerbau tersebut kemudian dijadikan sebagai azimat. Azimat yang diyakini mampu menjaga kekebalan tubuh seseorang. Seperti kerbau Syeh Jangkung, yang tidak mempan meski digorok berkali-kali dengan senjata tajam.