pesugihan

Pesugihan

Pesugihan adalah proses untuk menjadi sugih (kaya) dalam waktu yang lebih singkat dan menggunakan tata cara ilmu khusus. Pesugihan berasal dari bahasa Jawa sugih yang berarti kaya. Ada berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan pesugihan. Dan, yang paling populer berkembang di masyarakat saat ini adalah pesugihan dengan cara memuja setan/jin.

Masyarakat beranggapan dengan bersekutu bersama jin/setan, ia akan cepat mendapatkan uang dalam bentuk tunai yang banyak dan dalam waktu singkat. Itu merupakan paham yang salah kaprah. Sekalipun seseorang mengambil pesugihan dengan cara memuja jin/setan, ia tidak akan mendapatkan kekayaan dengan cara tersebut. Makhluk gaib yang dipuja hanya membantu memuluskan urusan/bisnisnya. Coba perhatikan ilustrasi berikut.

Ibu Mawar (bukan nama sebenarnya) memanfaatkan pesugihan dengan bersekutu bersama jin untuk melariskan toko bajunya. Jin yang membantu akan mempengaruhi orang-orang yang lewat di sekitar toko Ibu Mawar. Sehingga, toko tersebut terlihat laris dan banyak dikunjungi pembeli.

Sekali lagi, jin/setan tidak bisa memberikan Anda uang tunai dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu singkat. Mereka hanya membantu mengontrol pikiran orang-orang yang ada di sekitar tempat usaha. Tentu saja, setelah Ibu Mawar (tokoh pada ilustrasi di atas) mendapatkan kekayaan tertentu, jin akan meminta tumbal sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat pada awal pemujaan. Tumbal itu berupa roh (yang dikorbankan Ibu Mawar).

Lalu apakah pesugihan itu haram dan dosa? Jawabannya tergantung dari keyakinan diri dan cara yang dilakukan untuk mendapatkannya. Dalam ajaran agama apapun terdapat larangan untuk bersekutu dengan jin/setan. Jadi, pesugihan dengan memanfaatkan bantuan dari makhluk gaib itu tergolong dosa!

Sekarang kita kembali pada pengertian pesugihan di atas yang menyatakan pesugihan adalah proses untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Sehingga, penggunaan istilah pesugihan tidak selalu merujuk kepada persekutuan terhadap jin/setan. Melainkan ada cara lain yang tidak selalu melanggar syariat agama. Misalnya, pesugihan putih yang saat ini cukup populer dimana masyarakat yang memanfaatkan ilmu tersebut tetap bekerja/berusaha semampu mereka. Tidak melakukan ritual aneh seperti tapa di tempat angker, memakai tumbal dan lain-lain. Melainkan, menggunakan wirid khusus dinukilkan dari kitab suci Al Qur’an dan tetap memegang keyakinan bahwa lapangnya rezeki manusia datangnya dari Allah SWT.