Sejarah Awal Lahirnya Ajian Pancasona

Di zaman modern sekarang, tidak sedikit orang yang masih menanyakan apakah ada ilmu Pancasona ? Termasuk anda bukan ? Tentu masih ada, jika anda mau belajar dan bertirakat.
Ajian pancasona sendiri merupakan sebuah ilmu kanuragan yang di pakai orang zaman dahulu untuk memperkuat diri dan kekebalan ketika pada zaman perang. Bisa di bilang ilmu ini termasuk ilmu hitam.
Konon menurut informasi yang beredar, seseorang yang memiliki ilmu pancasona akan hidup kembali jika jasadnnya menyentuh tanah, dan bagian-bagian tubuhnya dapat menyatu kembali.

Sejarah Ilmu Pancasona
Pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama resi subali yang tubuhnya setengah manusia dan setengah kera. Resi ini lah yang memiliki ilmu kanuragan ajian pancasona.

Kemudian ilmu kanuragan ini di wariskan kepada Raja Rahwana atau Prabu dasamuka. Namun bukannya di gunakan untuk kebaikan, malah di pakai untuk kejahatan.

Karena di salah gunakan, akhirnya Raja Rahwana mendapatkan hukuman berat dari dewa. Tubuhnya di pasung dan di jepit dua gunung besar sampai ribuan tahun lamanya.
Sejak saat itu, jarang bahkan tidak ada orang yang mengamalakan ilmu kanuragan ini. Sampai suatu hari, pada zaman Prabu Angling Dharma lah ilmu pancasona hidup kembali.

Di zaman prabu angling dharma hiduplah seorang Durgandhini yang secara sewenang-wenang menggunakan ilmu rengka gunung untuk kejahatan, sampai menimbulkan korban yakni Maha Sura dan anaknya, Galuh.

Lantas Sudawati, istri Maha Sura tidak terima suami dan anaknya dibunuh. Kemudian dia bertapa dan meminta petunjuk kepada Bathara Wisnu atau Romo Pangeran. Salah satu ilmu yang mampu mengalahkan Rengkah Gunung adalah ajian pancasona dan Ajian Halimun Ageng

Banyak kalangan spiritual yang berpendapat jika ajian pancasona berasal dari Prabu Angling Dharma. Namun, menurut sejarah dan asal mula ilmu tersebut masih simpang siur. Hingga sekarang fakta dan kebenarannya belum terbukti.