sasuker

Sukerta

Sukerta adalah kotoran. Berasal dari kalimat suker atau sesuker. Sukerta dapat terjadi oleh banyak sebab Misalnya, bawaan negatif yang terjadi karena unsur yang tidak dikehendaki. Misalnya, faktor dari kelahiran yang “kurang baik”. Dalam ajaran kejawen ada sekitar 55 jenis sukerta yang seyogyanya dibersihkan dengan ruwatan. Yaitu:

  1. Ontang- Anting (anak lelaki tunggal)
  2. Lemun­ ting (Anak perempuan tunggal)
  3. Anggana (Sebatangkara, ditinggal mati saudara)
  4. Keda­na-kedini (Dua bersaudara lelaki-perempuan)
  5. Uger-uger lawang (Dua bersaudara lelaki semua)
  6. Kembang sepasang (Dua bersaudara perempuan semua)
  7. Gotong mayit (Tiga bersaudara perempuan semua), dan sebagainya.

Kriteria sukerta itu masih banyak jenisnya. Misalnya, bayi yang kulitnya terlalu putih atau terlalu hitam. Bahkan bayi yang lahir bersamaan waktu peperanganpun menurut kejawen, sebaiknya diruwat. Karena diyakini bayi sukerta akan terhalang kariernya jika “kotoran” itu tidak segera dibersihkan. Dasar hukum dan logika kepercayaan ini, adalah kepercayaan itu sendiri. Tidak ada dalil berdasarkan Al Quran dan hadis. Artinya, percaya boleh, tidak percaya pun silahkan